blog Details

blog

Antara Jogja dan Semarang

Tes!

Satu tetes air mata itu jatuh diatas permukaan buku yang sedang dibawa gadis itu. Tangannya masih saja menorehkan tinta hitam diatasnya. Lama berkutat, gadis itu masih setia dengan kegiatannya, tanpa memperdulikan orang-orang yang berlalu lalang di depannya. 

Rambutnya yang tergerai kini berterbangan bersamaan angin malam yang berembus menusuk-nusuk kulit wajahnya. Tangannya kini menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah manisnya itu. Menghapus air matanya perlahan, berharap itu dapat mengurangi kesedihannya saat ini.

Menutup buku Diary-nya dan menyandarkan punggungnya ke bangku taman. Menatap langit malam diatas sana yang bertaburan bintang. Kini bibir itu tertarik ke atas, menciptakan sebuah lengkungan manis dan lesung pipi yang indah.

Tanpa di tebak pun semua orang pasti sudah tau bila melihat wajahnya, hatinya kini sedang tak baik-baik saja.

Social Share :