Indonesia Kebangetan Pesona dan Budayanya
Indonesia Kebangetan bukan sekadar sebuah buku catatan perjalanan. Ia adalah ungkapan rindu, kekaguman, sekaligus kegelisahan dari lubuk hati seorang penikmat alam yang berjalan menyusuri punggung-punggung gunung, menatap laut yang membiru bahkan menyelaminya sambil melihat nemo, menyelami peradaban yang nyaris terlupa.
Dari Gunung Rinjani yang agung hingga Semeru yang sakral, dari sabana Merbabu hingga kedahsyatan Krakatau, dari Ujung Genteng hingga Teluk Kiluan, setiap langkah adalah dialog—antara manusia dan alam, antara idealisme dan kenyataan, antara cinta dan luka.
Di halaman-halaman buku ini, Indonesia hadir begitu indah… sekaligus begitu rapuh. Lautnya memesona, tapi sampah mengintai. Gunungnya megah, tapi tangan-tangan tak bertanggung jawab kerap meninggalkan jejak yang menyakitkan.
Di balik kisah sunrise, pendakian, dan tawa perjalanan, terselip pertanyaan besar: sudahkah kita benar-benar mencintai negeri ini? Melalui kisah tentang Baduy, Sasak, Liyangan, Candi Cetho , hingga Kasepuhan Ciptagelar, penulis mengajak kita menengok akar—bahwa Indonesia bukan hanya destinasi, tetapi identitas. Dan mungkin, di setiap tanjakan, di setiap hembusan angin puncak, kita sedang belajar satu hal yang paling hakiki: perjalanan bukan tentang menaklukkan alam, melainkan menaklukkan ego, dan pulang dengan kesadaran bahwa Nusantara terlalu indah untuk sekadar dikagumi—ia harus dijaga, dirawat, dan diperjuangkan.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Indonesia Kebangetan Pesona dan Budayanya
Penulis: Deni Aymara
Jumlah Halaman: 420 halaman
Ukuran: 14x20 cm
