Menjahit Retakan Langit 2026
Pernahkah kamu merasa duniamu hancur hingga langit di atas kepalamu tampak retak? Buku ini bukan sekadar kumpulan kata, melainkan sebuah jarum sabar yang mencoba menyatukan kembali kepingan diri yang berserakan di labirin waktu.
Perjalanan dimulai dari tangan sang pahat jiwa, di mana manusia fana menyadari bahwa setiap luka adalah ukiran nirwana. Di sini, rindu memiliki arsitekturnya sendiri—dibangun di atas fondasi air mata dan menjulang sebagai menara doa yang menembus awan kelabu. Kita akan diajak berdansa dengan bayang-bayang, menggali arkeologi luka yang telah membatu, hingga menemukan bahwa kehilangan terkadang memiliki aroma yang lebih wangi daripada kehadiran.
Dari kebun doa di atas tanah gersang hingga astronomi hati yang berpijar, setiap bab adalah langkah menuju dermaga pulang. Ini adalah kisah tentang mereka yang berani melawan arus demi menemukan mata air makna, menenun kembali benang nasib yang koyak, dan akhirnya berdiri di puncak cakrawala untuk melihat langit yang utuh—tanpa satu pun retakan tersisa di mata sang musafir.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Menjahit Retakan Langit 2026
Penulis: Fernando Eko Mardiansyah
Jumlah Halaman: 210 halaman
Ukuran: 14x20 cm
