blog Details

blog

Mimpiku ke Benua Biru

Pernahkah kamu membayangkan tinggal di pedalaman? Apa pendapatmu tentang Kalimantan? Bagaimana perasaanmu jika harus tinggal di kedua tempat itu sekaligus? Ya, pedalaman Kalimantan. Aku tinggal di sana sejak kecil. Orang tuaku bekerja sebagai petani. Untuk makan, kami biasanya mengandalkan hasil buruanku dan kebutuhan pokok yang orang tuaku dapatkan. Indomie dan telur rebus menjadi makanan mewah kami. Bahkan untuk mencicipi sepotong daging, rasanya nyaris mustahil. Dalam menempuh pendidikan, aku harus melewati hutan karet dan berbondong- bondong berjalan kaki dengan teman yang lain. Karena berniat membantu keluargaku, aku memilih bekerja di perkebunan karet millik guruku sendiri. Aku tiba di Jakarta dengan kondisi terfunta-lunta, tak tentu arah, tak tahu harus tinggal atau berteduh di mana. Namun, secercah harapan mendatangiku. Aku belajar ilmu keperawatan dan bekerja sebagai perawat. Saat mencoba peruntungan mengikuti Au Pair di Jerman, aku berhasil. Aku merasa sudah membahagiakan orang tuaku, merasa sudah berhasil meraih mimpiku. Akan tetapi, aku salah. Berada di Jerman ternyata adalah tantangan awal yang harus kuhadapi, Aku harus berjuang keras melawan sesuatu dalam diriku, sesuatu yang membuatku terpuruk, sesuatu yang membuatku kehilangan jati diri, sesuatu yang membuatku merasa sendiri. Dapatkah kalian memperkirakannya? Jika tidak, marilah lihat kisahku, kisah seorang anak sederhana.

*

KETERANGAN BUKU:

Judul: Mimpiku ke Benua Biru

Penulis: Robian Bento

Ukuran: 14x20 cm

Jumlah Halaman: 225 hal

Social Share :