REBUT RUANG
Terlalu lama perempuan diajarkan untuk menunggu.
Menunggu diberi tempat.
Menunggu dipercaya.
Menunggu dianggap siap.
Padahal tidak semua ruang datang sebagai undangan. Ada yang harus dimasuki, diperjuangkan, bahkan dibangun sendiri.
REBUT RUANG adalah ajakan untuk keluar dari batas yang dianggap cukup, dari organisasi menuju pengetahuan, profesi, kepemimpinan, kebijakan, dan ruang publik.
Bukan untuk mengambil tempat orang lain.
Tetapi untuk memastikan perempuan tidak terus menjadi penonton ketika keputusan sedang dibuat.
Dan ketika berhasil masuk, jangan tutup pintunya.
Buka jalan.
Perluas ruang.
KETERANGAN BUKU
Judul: REBUT RUANG
Penulis: Andi Wahyuni Muzakkir
Jumlah Halaman: 124 halaman
Ukuran: 14x20 cm
