Baiduri
“Seolah seperti jam yang berputar ulang, isakan itu terus berkelanjutan dan entah sampai kapan terus menunggu untuk terganti”
Kirana terus mengalami penderitaan, tidak hanya di rumah dijadikan pembantu, tersiksa oleh ibu angkatnya, juga di sekolah oleh Ferdi, Rini dan sahabat-sahabatnya. Kirana percaya alam akan berubah. Doa itu dijabah. Ferdi pun merasakannya.
“Kirana adalah bintang sementara aku adalah sampah berguna yang bergelimang penyesalan”
Situasi demi situasi berlalu lalang dalam kehidupan fana Kirana atau Suci, bahkan juga bernama Rani. Suratan Baiduri pada hati nuraninya, menuntun Ferdi menggapai cahaya yang selama ini tertutupi dengan kebencian.
Akankah bahagia pada akhirnya?
Akankah penyesalan yang mendarah daging tenggelam saat ketulusan memaafkan terbit?
Entahlah, Suci hanya tahu Tuhan saja Maha Pemaaf, merasa dirinya yang hanya sebutir debu tanpa Kasih-Nya harus memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin lebih baik.
Novel ini mengisahkan banyak pelajaran hidup, tentang penderitaan yang akan berdendang dengan kebahagiaan. Tentang takdir yang tidak akan pernah bisa diubah siapapun. Tentang manusia yang diciptakan berpasang-pasangan. Pada akhirnya, Baiduri itu akan tetap nampak meskipun berada di selagap lumpur.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Baiduri
Penulis: Muhdar Silang
Jumlah Halaman: 295 halaman
Ukuran: 14x20 cm
