Senyap di Tengah Simfoni
Seorang penyair Indonesia dan seorang violinis Austria bertemu dalam bahasa yang tidak pernah mereka rencanakan.
Di jeda antara kata dan nada.
Di ruang antara kehilangan dan harapan.
Fauzan datang ke Wina untuk sebuah proyek eksperimental, menyatukan puisi dan musik klasik dalam satu pertunjukan. Ia datang dengan kata-kata, tanpa latar musik, tanpa kredensial yang meyakinkan siapa pun.
Clara Vielhaber adalah first violin dengan teknik nyaris sempurna dan disiplin yang dingin. Ia tidak percaya pada puisi, dan tidak punya ruang untuk penyair yang bahkan tidak bisa membaca not balok.
Keduanya tidak saling membutuhkan.
Setidaknya, begitu yang mereka yakini.
Namun di ruang latihan yang sunyi, di antara repetisi nada dan kalimat yang dibaca setengah berani, sesuatu perlahan bergeser. Dua orang yang berbicara dalam bahasa berbeda mulai menemukan cara untuk saling mendengar, tanpa harus saling menjelaskan.
Sampai kehilangan datang tanpa peringatan.
Dan Clara harus memilih: tetap bersembunyi di balik kesempurnaan yang dingin, atau membiarkan musiknya bernapas dengan segala rasa sakit yang menyertainya.
Sebuah novel berlatar Austria. Berjantung Indonesia, tentang seni, kehilangan, dan cinta yang tidak selalu perlu diucapkan untuk dapat dimengerti.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Senyap di Tengah Simfoni
Penulis: F. Saputro
Jumlah Halaman: 334 halaman
Ukuran: 14x20 cm
