Hidup Di Atas Keseimbangan
Hidup di Atas Keseimbangan mengisahkan perjalanan penulis selama menjalani penugasan di tanah Papua. Berawal dari Timika, berbagai bayangan tentang Papua perlahan berubah melalui perjumpaan dengan masyarakat, perbedaan bahasa, mahalnya kebutuhan hidup, serta kehidupan yang berjalan berdampingan dengan kekayaan alam. Dari sana, penulis mulai melihat Papua lebih dekat, bukan hanya melalui apa yang terlihat, tetapi melalui kehidupan orang-orang yang menghuninya.
Perjalanan kemudian membawa penulis ke pedalaman Asmat. Jauh dari kemudahan listrik, jaringan komunikasi, dan akses dasar, ia menemukan banyak pelajaran dari keseharian masyarakat diantaranya berbagi dalam keterbatasan, saling menjaga, menjalankan ibadah dengan penuh toleransi, hingga menyaksikan berbagai tradisi yang memperlihatkan kuatnya hubungan manusia, alam, dan kehidupan bersama. Pengalaman-pengalaman itu perlahan mengubah cara penulis memaknai kemajuan dan kesejahteraan.
Ketika listrik dari energi terbarukan akhirnya menerangi rumah-rumah di kampung, cahaya yang hadir membawa harapan sekaligus menjadi bagian dari akhir sebuah perjalanan. Dari pengalaman tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat Asmat, penulis membawa pulang pertanyaan tentang apa yang sebenarnya disebut kemajuan dan siapa yang berhak mearasakannya. Hidup di Atas Keseimbangan mengajak pembaca mengenal Papua melalui kehidupan masyarakatnya, kekayaan budayanya, serta hubungan mereka dengan alam yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Hidup Di Atas Keseimbangan
Penulis: Najmi Ismail
Editor : Suci Fitrah Syari
Jumlah Halaman: 151
Ukuran: 14x20 cm
