Menjemput Takdir di Ujung Luka
Ini bukan sekadar kisah perjalanan.
Ini adalah kisah bagaimana luka yang paling dalam justru menjadi jalan pulang menuju takdir.
Terinspirasi dari kisah nyata sang penulis, Buku ini mengikuti seorang laki-laki yang hidupnya pernah runtuh hingga ke dasar , kehilangan, kecewa, sakit, dan hampir menyerah pada hidup. Saat dunia terasa mengecil dan rumah terasa terlalu sunyi untuk ditinggali, semesta mengirimkan sesuatu yang tak pernah ia duga: anak-anak yang datang bukan untuk dikasihi olehnya… tetapi untuk menyembuhkannya.
Mereka datang satu per satu, dengan canda bodoh dan mimpi yang besar, dengan keberanian yang kadang konyol, namun tulus. Mereka menjadikan tokonya rumah, menjadikan dirinya tempat berpulang, tempat berkeluh kesah, tempat tertawa , dan tanpa sadar, perlahan mengembalikan hidup yang pernah padam di dalam dadanya.
Namun hidup tak berhenti pada kebahagiaan sementara. Perjuangan menjadi TNI , mimpi besar sebagian dari mereka , mengubah hari-hari penuh tawa menjadi babak penuh tangis, jatuh, bangkit, gagal, dan berkali-kali mencoba. Si pemilik toko ikut berdiri bersama mereka, memegangi semangat ketika semangat itu patah, menangis ketika mereka menang, dan kembali runtuh ketika seseorang harus kalah.
Ada perjalanan touring ke Toraja yang menyatukan hati mereka
Ada perjalanan ke Banda Naira yang mengembalikan nafas.
Ada touring ke Napu yang membawa misi tersembunyi.
Ada pertemuan-perpisahan yang tak bisa ditahan, sekencang apa pun seseorang berusaha menguatkan diri.
Pada akhirnya, inilah kisah tentang bagaimana orang-orang baik tidak datang untuk tinggal selamanya — tetapi untuk mengajarkan arti pulang, arti kehilangan, arti ketulusan, dan arti melanjutkan hidup meski hati masih terasa retak.
Ini kisah tentang luka , tapi juga tentang harapan.
Tentang perpisahan , tapi juga tentang doa.
Tentang takdir, tapi juga tentang pilihan untuk tetap berjalan walau dada masih sesak.
Karena kadang, seseorang tak disembuhkan oleh waktu…
tetapi oleh orang-orang yang dikirim Allah tepat sebelum kita menyerah
KETERANGAN BUKU:
Judul: Menjemput Takdir di Ujung Luka
Penulis: Muh. Nur Alam
Jumlah Halaman: 414 halaman
Ukuran: 14x20 cm
