Ritual Adat Dangai: Warisan Leluhur Dayak Bahau
Bagaimana jika sebuah tradisi yang telah diwariskan turun-temurun perlahan menghilang karena tak lagi dikenali generasinya sendiri?
Ritual Adat Dangai: Warisan Leluhur Dayak Bahau mengajak pembaca menyelami salah satu ritual adat paling sakral milik masyarakat Dayak Bahau di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Melalui perjalanan pribadi penulis sebagai bagian dari masyarakat adat sekaligus generasi dayung muda, buku ini menghadirkan kisah yang lahir dari pengalaman langsung, riset lapangan, wawancara dengan para dayung dan tokoh adat, serta dokumentasi pelaksanaan Dangai setelah hampir satu dekade tidak diselenggarakan.
Lebih dari sekadar mengulas rangkaian prosesi, buku ini mengungkap makna spiritual, filosofi, nilai sosial, hingga kearifan ekologis yang terkandung di dalam setiap doa, simbol, tarian, musik, dan adat istiadat Dangai. Di balik setiap tahapan ritual, tersimpan pesan tentang hubungan manusia dengan Tuhan, leluhur, sesama, dan alam yang telah dijaga selama berabad-abad.
Di tengah derasnya arus modernisasi, buku ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan identitas yang menentukan arah masa depan. Sebuah dokumentasi yang tidak hanya mencatat sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali suara-suara leluhur agar tetap bergema bagi generasi yang akan datang.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Ritual Adat Dangai: Warisan Leluhur Dayak Bahau
Penulis: Silverius Ding Juan dan Imelta Agata Krawing
Jumlah Halaman: 218 halaman
Ukuran: 14x20 cm
