blog Details

blog

Sebelum Luka Menjadi Reda: Kumpulan Puisi Reflektif tentang Luka dan Penerimaan

Sebelum Luka Menjadi Reda

Kumpulan Puisi Reflektif tentang Luka dan Penerimaan


Bagaimana jika seseorang yang pernah berdiri di titik tertinggi, tiba-tiba harus belajar hidup dari titik terendahnya?


Ada masa ketika kita pernah punya banyak mimpi, pernah merasakan bagaimana rasanya berhasil, dan pernah percaya bahwa hidup akan baik-baik saja.


Sampai satu demi satu keadaan mengubah segalanya.


Perubahan perlahan melahirkan insecurity. Tatapan orang lain terasa semakin tajam, kata-kata sederhana berubah menjadi luka, dan pikiran menjadi tempat paling gaduh untuk ditinggali. Hari-hari yang dahulu dipenuhi ambisi berganti menjadi perjuangan untuk sekadar bertahan.


Ada marah yang tak mampu diluapkan. Ada takut yang terus dipeluk. Ada luka, penolakan, kesepian, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung menemukan jawaban.


Namun, bahkan sesuatu yang pernah layu masih mungkin menemukan jalan untuk kembali bertumbuh. Sebab hidup tidak selalu meminta kita segera pulih. Terkadang, hidup hanya meminta kita untuk tetap melangkah—meski perlahan.


Sebelum Luka Menjadi Reda merupakan kumpulan puisi reflektif tentang jatuh, terluka, bertahan, dan perlahan mencari jalan menuju penerimaan. Setiap puisi menghadirkan ruang bagi rasa dan pikiran untuk berbicara tentang luka, kegelisahan, harapan, serta keberanian untuk kembali bertumbuh.


Karena mungkin, berdamai bukan tentang melupakan semua yang pernah menyakitkan. Namun, tentang berani menerima bahwa luka itu pernah menjadi bagian dari hidup kita.


KETERANGAN BUKU

Judul: Sebelum Luka Menjadi Reda: Kumpulan Puisi Reflektif tentang Luka dan Penerimaan

Penulis: Ulfiani Amdar

Jumlah Halaman: 119 halaman

Ukuran: 14x20 cm

Social Share :