Dentang Waktu: 100 Tahun Jam Gadang Antara Keindahan, Luka, dan Nama-Nama yang Hampir Hilang
Selama satu abad, Menara Jam Gadang berdiri anggun. Difoto. Dikagumi. Dirayakan. Namun jarang kita bertanya: apa yang membuatnya tetap tegak?
Di balik kapur putih dan dentang waktu, tersimpan punggung yang membungkuk, tangan yang pecah, dan nama-nama yang tak pernah ditulis sejarah.
Dentang Waktu: 100 tahun Jam Gadang: Antara Keindahan, Luka, dan Nama-Nama yang Hampir Hilang, bukan hanya rangkaian cerita. Ia membuka perlahan, apa yang selama ini disembunyikan oleh waktu. Tentang ayah yang pulang dengan mata lelah, ibu yang menahan lapar, dan bongkahan harapan yang pecah demi sebuah kemegahan.
Buku ini tidak mengajakmu tergesa. Ia hanya mengajakmu berhenti sejenak, dan merasakan. Karena setelah membacanya, setiap dentang Jam Gadang, akan terasa berbeda: lebih dekat, lebih hangat, seperti panggilan pulang yang akhirnya kita dengar dengan hati.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Dentang Waktu: 100 Tahun Jam Gadang Antara Keindahan, Luka, dan Nama-Nama yang Hampir Hilang
Penulis: Shintalya Azis, Puji Setya Wilujeng, dan Nurul Jannah
Jumlah Halaman: 189 halaman
Ukuran: 14x20 cm
