Seindah Luka yang Kuterima
Pernahkah kamu merasa hidup berjalan begitu jauh dari apa yang telah direncanakan?
Ada kehilangan yang tak pernah kamu minta, pengkhianatan yang meninggalkan bekas, harapan yang runtuh, dan malam-malam panjang ketika dada terasa begitu sesak hingga kamu bertanya, “Mengapa harus aku?”
Namun, bagaimana jika luka itu bukan tanda bahwa Allah meninggalkanmu?
Bagaimana jika sesuatu yang patah justru sedang membuka jalan agar hatimu kembali menemukan-Nya?
Seindah Luka yang Kuterima mengajakmu menyusuri perjalanan pulang ke dalam diri: berani mengakui luka, menata kembali ruang hati, memaafkan tanpa kehilangan batas, melepaskan apa yang tak lagi ditakdirkan untuk tinggal, hingga perlahan belajar ikhlas terhadap ketetapan-Nya.
Buku ini bukan tentang menjadi manusia yang tak pernah terluka. Ia adalah teman bagi siapa pun yang sedang belajar tetap bertahan, bertumbuh, dan percaya bahwa tidak semua yang hilang adalah kehilangan.
Barangkali suatu hari, ketika kamu menengok ke belakang, kamu akan mengerti:
ada luka yang datang bukan untuk menghancurkanmu, tetapi untuk menuntunmu pulang kepada-Nya.
